Selasa, 31 Maret 2009
MALAYSIA HADAPI MASALAH RASIAL
Selama ini banyak orang menyangka bahwa Malaysia hanya berpenduduk muslim melayu, hal karena ini besarnya dominasi etnis tersebut dalam kehidupan bernegara di tetangga Indonesia yang masih berbentuk monarki tersebut.
Sebenarnya jumlah muslim melayu di Malaysia hanya sekitar 60 persen. Sisanya didominasi etnis Tionghoa dan India. Meningkatnya kebencian dan kejahatan rasial di negeri itu dapat mengancam kekokohan dan kemajuan ekonomi yang saat ini dicapai Malaysia.
Pada tahun 1969, Malaysia pernah mengalami kerusuhan berbau etnis dan agama yang menewaskan 196 orang. Sejak awal, isu ini menjadi isu sensitif di negara yang merebut Pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia, serta pernah mencoba ”mengambil” perairan ambalat dari Indonesia dengan manuver kapal perangnya.
Jika Malaysia bisa mengendalikan sifat serakahnya dengan lebih bersahabat dengan Indonesia, mungkin Malaysia dapat menimba pengalaman Indonesia yang multi etnik dan multi agama. Akan tetapi, seiring dengan melemahnya ”kekuatan” Indonesia, Malaysia mulai bersikap angkuh dan meremehkan Indonesia yang dianggapnya kalah maju tersebut. Sikap ini tentu saja mengganggu hubungan serumpun dan sejiran yang sebenarnya dapat menjadi modal kedua bangsa untuk lebih kokoh dan lebih maju.
Sebenarnya jumlah muslim melayu di Malaysia hanya sekitar 60 persen. Sisanya didominasi etnis Tionghoa dan India. Meningkatnya kebencian dan kejahatan rasial di negeri itu dapat mengancam kekokohan dan kemajuan ekonomi yang saat ini dicapai Malaysia.
Pada tahun 1969, Malaysia pernah mengalami kerusuhan berbau etnis dan agama yang menewaskan 196 orang. Sejak awal, isu ini menjadi isu sensitif di negara yang merebut Pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia, serta pernah mencoba ”mengambil” perairan ambalat dari Indonesia dengan manuver kapal perangnya.
Jika Malaysia bisa mengendalikan sifat serakahnya dengan lebih bersahabat dengan Indonesia, mungkin Malaysia dapat menimba pengalaman Indonesia yang multi etnik dan multi agama. Akan tetapi, seiring dengan melemahnya ”kekuatan” Indonesia, Malaysia mulai bersikap angkuh dan meremehkan Indonesia yang dianggapnya kalah maju tersebut. Sikap ini tentu saja mengganggu hubungan serumpun dan sejiran yang sebenarnya dapat menjadi modal kedua bangsa untuk lebih kokoh dan lebih maju.
Langganan:
Postingan (Atom)